Saya tertarik dengan kata-kata ini. Seluruh hidup saya adalah rahmat yang Allah anugerahkan kepada saya. Bahkan prestasi, pekerjaan, kebaikan, cinta, belaskasih, rejeki yang saya miliki, semuanya saya yakin berasal dari padaNya. Memuliakan Allah adalah tindakan saya berterima kasih kepada Allah untuk segala kebaikanNya. Bersyukur kepadaNya adalah hal yang saya lakukan. Saya bersyukur karena Allah selalu menyertai saya dan memberikan berkat-berkatNya yang berlimpah di dalam hidup saya. Tanpa Allah, hidup saya tidak berarti apa-apa. Tanpa Allah, tidak mungkin saya menjadi sedemikian ini. Maka bersyukur atas dasar iman merupakan hal penting di dalam hidup saya. Bersyukurlah kepada Allah yang selalu mencintai dan terus ada bersama saya.

Saya akan bertanya, bagaimana dengan pengalaman sakit atau menderita? Apakah saya masih setia bersyukur atau mengeluh dan mengatakan betapa hidup saya tidak berguna? Apakah Allah telah mengutuk saya? Apakah Allah benar mencintai saya? Saya bersyukur karena saya pernah sakit. Ketika saya mengunjungi orang sakit, saya pun bisa merasakan pergumulan sakit mereka. Maka kehadiran saya bukan hanya sekadar menjadi penyemangat baginya, tetapi juga sehati dan seperasaan dengannya. Saya bersyukur karena saya pernah mengalami susah, karena di situ saya juga belajar untuk berbela rasa dengan mereka yang susah. Betapa ketika susah atau mengalami pengalaman sulit, kehadiran, dukungan, perhatian dan bantuan orang lain sangat saya butuhkan. Saya bersyukur karena saya pernah dicuekin atau disakiti, karena dengan demikian saya belajar untuk tidak lagi cuek apalagi menyakiti orang lain. Saya tahu betapa sakit hati kalau disakiti dan karena itu saya mau menjadi orang yang tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Bersyukur untuk setiap pengalaman hidup seharusnya bukan membuat saya semakin jauh dari Allah dan sesama melainkan membuat saya semakin dekat, terutama saat saya merasa gembira maupun saat saya mengalami kesulitan dalam hidup. Hidup ini sangat indah ketika saya mau berbagi pengalaman syukur kepada setiap orang, untuk saling menguatkan dan meneguhkan satu sama lain. Apalagi saya sangat bersyukur karena saya selalu dikasihi Tuhan di dalam hidup saya. Banyak orang pun juga tentu mengasihi saya. Banyak orang yang mau berinisiatif untuk mengasihi saya. Dan saya sendiri juga mau dan pasti berinisiatif untuk mengasihi Allah dan sesama.

Salam dan doaku,

Alfin Buarlele MSC, Canberra-ACT