Saya tertarik dengan kata-kata ini. Memperlakukan orang lain sebagai sesama manusia dan menghargai mereka itu juga dikonkretkan dengan memberi bantuan kepada orang miskin dan sederhana, terutama mereka yang membutuhkan pertolongan. Saya teringat dengan prinsip: ?Saya memberi supaya kamu memberi.? Ada pergeseran pemahaman: ?Hari ini, saya memberi supaya engkau yang tadinya tidak memiliki sekarang memiliki sesuatu.? Dan kita menjadi bergembira karena kita berpartisipasi di dalam tindakan memberi. Kasih itu memberi.

Banyak bentuk yang dapat kita berikan kepada orang-orang di sekitar kita. Ketika ada umat yang sakit, kita mau memberi waktu untuk mengunjungi mereka, berdoa bersama mereka dan menguatkan mereka. Kita bergembira karena sentuhan ilahi yang kita hadirkan membuat mereka bersukacita. Rasakan dan hidupilah: Tuhan menggunakan tangan kita untuk menyentuh mereka yang sakit. Tuhan menggunakan mulut kita untuk menyampaikan doa dan penghiburan untuk mereka. Tuhan menggunakan kaki kita untuk mengunjungi dan menjumpai mereka. Tuhan menggunakan mata kita untuk memandang mereka dengan penuh belas kasih serta memberi semangat. Tuhan menggunakan hari-hari kita untuk hadir di dalam kesulitan hari mereka. Kita sesungguhnya telah menjadi tanda kehadiran Tuhan untuk mereka. Tidakkah kita berbahagia untuk hal istimewa ini.

Ada juga yang kita bisa buat untuk keluarga kita. Ketika ada suami yang sibuk bekerja, saya pernah memintanya: Apakah kamu mau memberi waktumu juga untuk memperhatikan anak-anakmu. Mereka juga butuh sentuhanmu. Ketika sesama anggota kelompok doa kita membutuhkan juga cinta dan perhatian kita, maukah kita saling mendoakan mereka dengan tekun dan setia. Mungkin kita mendapatkan tugas mendoakan mereka yang dipercayakan kepada kita untuk mendoakannya. Semoga kita tidak hanya melakukan karena tugas melainkan karena hati yang tulus mau mendoakan dan memberi dukungan sebagai sesama anggota kelompok.

Hari ini saya semakin mengerti bahwa memberi dengan sepenuh hati bukan lagi soal mendapatkan balasan atau penghargaan, tetapi saya mau berpartisipasi di dalam kasih yang Yesus telah mencintai saya. Semoga juga saya tidak lupa memberi waktu dan hidup saya untuk memberi ungkapan syukur kepadaNya untuk anugerah hidup yang saya terima, juga ketika saya berjumpa dengan orang lain di sekitar saya.

Salam dan doaku,

Alfin Buarlele MSC
Canberra-ACT